Postingan

Menampilkan postingan dengan label Puisiya

Malaikatku

Malaikatku Aku bukan siapa-siapa Termasuk di matamu dulu Entah apa dan bagaimana Tuhan mempertemukan aku dan kamu Dulu... Dulu aku dan kamu menjadi kita Bahkan ini bukan sebuah cerita Bagaikan buku gambar penuh warna Mengingatnya seperti anak kecil tertawa Bahagia dan begitu ceria Iya... Itulah kita Kamu malaikatku Aku yakin kamu tercipta untukku Tapi tidak denganmu Kamu yang mengharapkannya, bukan aku Kamu hanya menyadari betapa besar aku mencintaimu Andaikan kamu tahu rasanya menjadi aku  Kamu menyadari betapa besar aku mencintaimu Apakah itu alasan kenapa kamu menjauh? Bodohnya aku yang masih menunggu Dan menyimpan pertanyaan tentangmu Apakah kamu akan menjadi malaikatku lagi? Malaikat suci yang mengisi hati

“Cinta, Wanita, Janda, sampai Waria”

“Cinta, Wanita, Janda, sampai Waria” aku jatuh cinta tidak kepada semua wanita hanya dia wanita bukan janda apalagi waria jangan sebut dia bunga karena bukan korban yang teraniaya dan aku bukan penjahatnya hanya cinta membuat aku bahagia orang lain bilang aku gila cinta itu... Seperti ganja aku jadi senyum-senyum mirip kuda pantas saja aku di bilang gila tapi tak apa namanya juga cinta walaupun hati tak terbaca mungkin dia buta bukan buta warna karena hati punya indra mata hati namanya bukan matahari ya cinta membuatku lupa derita memang sih panasnya kayak neraka ahhh cinta senyum aja sambil ketawa-tawa aku tidak gila ini pengaruh ganja eehhh?, janda maksudnya lahhh?, wanita!!!

Alesana

“Alesana” aku jatuh cinta kepada Alesana bukan wanita tapi sebuah karya lagu tanpa makna atau seperti jeritan neraka itu sih kata mereka padahal tidak juga namanya juga manusia semua berbeda jika sama? Jelas bukan manusia

Mencaci Waktu

“Mencaci waktu” kemarin, sekarang, dan esok tidak selamanya ceritaku tertulis dengan elok bisa saja aku bahagia atau teraniaya bahagia sekejap mata derita selamanya telah banyak teori dari ilmuwan terkemuka namun sia-sia mereka dibunuhnya.... Juga kau menjadi saksi kau yang mengeksekusi aku memang bukan manusia suci tapi... Tolong berhenti berhenti menindasku berhenti mengabaikanku karena aku... bukanlah musuhmu aku bagaikan duri dari bunga dengan tubuh yang penuh luka perlahan membatu terbujur layu, lalu... Menjadi abu

Pagi

“Pagi” tik tok tik tok... matahari mulai bersinar malam pun perlahan rontok ketika sang fajar tersenyum lebar inginku iris kupingmu agar kamu tahu aku memanggil di balik mimpi membisikkan di antara sepasang matamu yang sayu di balik mentariku titip puisi puisi tentang ungkapan hati hanya ungkapan yang tidak terbaca mungkin cinta yang telah mati karena sepinya jiwa

“Mati”

“Mati” bersembunyi di balik bayang-bayang malam apakah aku dapat melihat fajar menyapa atau hanya menyaksikan raga memudar yang perlahan menikam kenapa aku ada?, apa yang harus aku percaya? Tidak ada lagi cinta hanya tetesan airmata airmata untukku karena raga tidak lagi menjadi milikku waktunya telah datang kemarin memanggilku tanpa izin jiwa memudar, ringan terasa mungkin sudah saatnya aku khawatir surga atau neraka

Boneka

“Boneka” Boneka... Ku titip padamu Sesuatu yang tak akan ku lupa Karena hanya untukmu Lihatlah Apakah ia tertawa? Tentu tidak Ia hanya boneka Dengarlah Senyumnya memang membatu Tapi percayalah Di situ aku titipkan rindu

Mengancam Tuhan

“Mengancam Tuhan” Aku sama seperti mereka Begitupun mereka... Tapi... Kenapa mereka membunuh diri sendiri? Menjalani semuanya dengan santai Di temani sepuntung rokok di sela-sela jari Dan senyum menjijikan sepanjang hari Apakah mereka tidak bersyukur untuk semua yang diberi? Pada akhirnya kita semua akan mati Prinsip yang di genggam sampai mati Merasa paling frustasi Padahal, semuanya karena mereka berdiam diri Tuhan... Apakah semua itu wajar? Pasrah di penghujung harapan? Lalu tewas terkapar Kenapa aku iri dengan mereka? Apakah aku harus menjadi seperti itu? Hidup di temani alat pembunuh harapan Kenapa tidak engkau cabut saja nafas ini? Nafas yang menemaniku mengejar impian Tapi tergampar dengan semua keterbatasan Bunuh aku tuhan... Daripada aku harus mencari pelarian

Bunga

“Bunga” Pagi ini aku membuka mata Dan mulai bertanya-tanya Semuanya selalu sama setiap harinya Kekosongan akan cinta Bunga… Sepertinya hanya fatamorgana Dalam hati nan fana Tapi, kenapa begitu nyata? Sebatang bunga yang menyesakkan hati Wajarkah aku bahagia? Padahal hanya durinya yang terasa nyata? Yang terus menusuk dinding hati berkali-kali Memeluk asa berharap semua ini nyata Sampai menyakiti jiwa Tapi hangatnya menyelimuti raga Tak apa walau hanya duri yang aku rasa Bunga akan layu tanpa air bukan? Hati berdarah, dan air mata menetes memenuhi sukma Cukup untuk menjaga Bunga, dan duri ini tetap hidup di dalam hati walau menyakiti Pagi ini aku membuka mata, sama saja seperti hari sebelumnya, dan aku mulai bertanya-tanya “kenapa semuanya selalu sama setiap harinya?” seperti hidup dalam kurungan putus asa. Ya, sama selalu kosong akan cinta, benar-benar kosong, seperti melihat langit tanpa bintang… Sangat hampa. “Bunga…” selalu terbayang di pikiranku atau sepertinya ia menghantuiku. Ah...

“Hanya Cinta”

“Hanya Cinta” Takut... aku memang terlalu takut takut sayang ini semakin merasuki hati tapi aku tidak akan pergi Pecundang... diam ketika cintanya pergi, dan menjauh terbang sedangkan aku tetap disini, bersama sepi Kalah... mundur, dan menyerah karena aku tidak punya apa-apa hanya cinta

“Hina”

“Hina” Mereka bilang cinta itu indah Mereka tidak salah Tapi kenapa cinta membuatku merintih? Sungguh perih, lebih dari sedih hatiku telah kelam oleh cinta atas manusia yang membutakan mata lalu meneteskannya sampai aku tenggelam Betapa hina dan berdosanya aku Menangis.... Karena manusia yang di ciptakan penciptaku Tuhan... Apakah engkau masih mendengarku? Mendengar penyesalan dari hambamu yang lemah? Dari aku yang tidak mampu mengendalikan hati

Jam Pasir

Terdengar jam pasir itu jatuh, dan pecah ini kah awal, atau ini kah akhir? Pasir ini merah bagaikan darah dalam cangkir rantai yang logis Mengikat hati meringis hey ini berdarah tapi... sakitnya tak terarah apakah aku jatuh cinta? Biarlah tetap seperti ini sulit di bayangkan namun sangat bermakna wahai waktu biarlah selamanya seperti ini aku sadar... pecahan ini akan melukaiku sampai ke dalam hati tapi bunga ini telah mekar akan aku jaga sampai hati ini mati Terdengar suara jam pasir itu jatuh, dan pecah ketika aku merangkul sampai menatap tajam matanya. Ini kah awal? Atau ini kah akhir? Dari waktu yang menetes di dalam jam pasir?. Aku ambil jam pasir ini, tapi kenapa pasir ini berwarna merah? Tanganku berdarah membasahi lengan, dan menetes seolah mengisi cangkir baru Darah ini seperti rantai yang membelenggu lenganku, entah kenapa ini sangat logis walaupun hatiku meringis melihat darah itu tumpah tak tersisa. Hey ini berdarah, aku kira...

Rapuh

Cinta terdengar syahdu di telinga... memberi harapan seketika membuat Bahagia... Bagaikan senja melukis langit... terbuai aku dibuatnya walau perlahan teras pahit... membuatku tertidur karena  semua  keindahan ini... perih rasanya ketika semuanya tak akan pernah terjadi... Tertatih aku di buatnya... bagaikan belati yang tertanam di hati karenaNya... terdiam entah kenapa aku menyayanginya... kini hanya tetesan air mata yang tersisa... Apakah engkau mendengar suara hati yang merindukanmu... jeritan didalam kalbu...

Ibu

Hidupku bagaikan sebuah daun yang terasing di lautan, bagaikan malam tanpa bulan karena di sini hanya aku selama 9 bulan dalam kegelapan, Tidak bisa aku bayangkan hidup tanpa Ibu Ibu bagaikan bulan yang menerangi ku di saat malam tiba, kata kata dan do'a Ibu bagaikan Sayap yang selalu melindungiku terkadang aku berbohong dan marah marah kepada ibu ...maafkan aku ...maafkan aku yang selalu membuat ibu sedih ...maafkan aku yang terkadang tidak ada di sisi ibu ketika ibu membutuhkan bantuan ku Tidak perlu menunggu aku ulang tahun ...Tidak perlu menunggu hari hari istimewa untuk berkata "sayang" "Ya Allah  sudah berapa banyak dosa yang aku lakukan terhadap ibu...apakah pantas aku memanggilnya Ibu?" "Ya Allah berikanlah kepada ibu ku kebahagiaan dan kesehatan" "Ya Allah lindungilah ibu ku dari bahaya yang mengancam keselamatannya" "Ya Allah jangan biarkan ibu ku sakit...pindahkan lah penyakitnya kepadaku aku rela...aku ikhlas karena aku sada...

Air Mata

Air mata menyimpan sejuta kenangan Daun daun berguguran merasakan kesedihanmu Menangis lah karenaku tahu itu akan membuatmu tenang Maaf,karena aku tidak ada di sampingmu Namunku dapat merasakannya Tangismu pun kini telah membekas di hati Semua perhatian ini membuatku hampa Menjerit hati ini ketika kamu tersakiti Apa mau di kata aku hanya bisa pasrah Keadaan ini telah mengikatku Benci rasanya ketika perasaan tidak dapat terarah Ketika aku hanya bisa melihat kamu di balik senyum palsu Air Mata memang menyimpan sejuta kenangan ketika kita dihadapkan pada sebuah perpisahan,ketika kamu sendiri dalam kesedihanmu maafkan aku karena aku tidak ada di sisimu di saat kamu membutuhkan ku namun aku dapat merasakan kesedihan itu setiap tetes air mata kamu adalah sebuah goresan luka di hatiku semua perhatian yang pernah ku terima namun aku tidak dapat membalasnya,menjerit hati ini ketika kamu tersakiti tapi harus bagaimana lagi keadaan ini membuatku tidak berdaya terkadang aku membenci diriku ketika...

Saksi dari sebuah Cerita

Waktu bagaikan jantung yang berdetak Menjadi saksi  dari setiap Cerita kehidupan Mengiringi langkah yang kian lama mulai retak Menanam benih benih cerita Kehidupan Melintas di sela nyanyian nyanyian angin Seolah olah mengawasi dari setiap sisi Perlahan membutakan mata hati seketika dingin Terus berlari hanya untuk mengejar ambisi Cobalah hitung sudah berapa jauh kita melangkah Tanpa kita sadari itu hanya membuat lelah Untuk apa terus melangkah Jika kita tidak mendapat apa apa Waktu bagaikan Jantung yang berdetak di setiap detik menjadi sakti nyata dari setiap cerita kehidupan yang mengiringi sampai akhir kehidupan menanam benih benih cerita kehidupan menebar tawa,meluluhkan air mata dan seketika menciptakan suatu peristiwa. Waktu seolah olah mengawasi setiap kejadian di balik nyanyian angin yang terngiang di telinga Tanpa disadari waktu terkadang terabaikan hingga membutakan mata hati dan membuatnya menjadi dingin dengan kehidupan sekitar hanya untuk mendapatkan suatu abisi yang t...

Kesempatan kedua

Ku Menangis saat kau tak ada di sisiku hampa hati ini ku merasa sendiri lagi bagaikan hidup di dalam mimpiku karena hanya disini aku bisa bersamamu ku tahu manusia tidak ada yang sempurna tapi kamu sempurna untuk ku ini semua membuatku sulit untuk terjaga perasaan yang lirih syahdu tersadar bahwa semua tak ada yang abadi begitu juga mimpi indah ini tertatih ku terbangun melawan kenyataan ini Tapi ku yakin kita dapat bertemu lagi Sendiri begitulah kata yang tepat untuk menggambarkan suasana hatiku,hampa terasa ketika aku tahu kamu telah pergi dari sisiku,sulit hati ini untuk merelakan kamu pergi terkadang aku meneteskan air mata entah perasaan apa yang menghampiriku "Ya Tuhan apa yang terjadi terhadapku?mengapa hati ini sulit untuk merelakannya pergi? Ku tahu perasaan ini sangat tidak wajar apakah ini yang namanya cinta?" Aku merasa hidup di dalam mimpiku karena hanya di mimpi aku bisa bersamanya tertawa bersama,aku ingin selamanya dia ada di sini.ya,di mimpi indah ini walaup...

Penyesalan

Penyesalan datang ketika semua sudah terjadi Harapanku kini telah pupus Berharap waktu dapat ku putar kembali Bagaikan seni tanpa penghapus Aku memang pernah salah Membuat hatimu lelah Mengulangi hal yang tak kamu sukai Seakan kamu tak berarti Kini aku gelisah tanpamu merindukanmu Selalu Memikirkanmu Tersenyum ketika menyebut namamu Kesalahan terbesar adalah melepas seseorang yang sangat berati, seseorang yang telah menulis cerita dihati dan seseorang yang selalu ada disaat senang maupun sedih. Penyesalan mungkin itu kata yang tepat untuk menggambarkan suasana hati ini tidak ada lagi harapan,harapan untuk selalu ada di sisimu, harapan untuk membalas semua yang telah kamu berikan untuk mewarnai hari-hariku. Ingin rasanya dapat memutar waktu namun kehidupan terus berjalan bagaikan seni yang tanpa penghapus Aku tau…aku pernah salah membuat hatimu lelah karena semua sifat sifatku Bodoh memang…mengulangi hal-hal yang tidak kamu suka terkadang aku menganggap kamu tak berarti entah apa yang ...

Cintaku Bisu

Waktu begitu cepat berlalu Tercatat cerita dan kenangan baru Perasaan ini mengalir seperti air Bagaikan garis tangan yang sudah terukir Cintaku bisu... Manis rasanya seperti madu Hanya dapat kurasakan Namunku tak mampu mengungkapkan Apakah engkau juga merasakannya? atau...semua ini bertepuk sebelah tangan? Tak apa aku bahagia merasakannya Walaupun hanya sebatas teman:) Waktu begitu cepat berlalu jika dilewati dengan sedih dan bahagia bersama, tanpa disadari ini menjadi cerita dan perlahan ada perasaan yang berbeda... Apakah aku sedang jatuh cinta?, aku tidak tau kenapa ini?...ada apa dengan perasaan ini? "ketika aku sendiri aku selalu memikirkannya" "aku merindukan saat ia tersenyum, tertawa dan aku rindu suaranya" "aku merasa sendiri tanpanya" Perasaan ini mengalir seperti air, mengalir di antara tawa dan air mata bagaikan garis tangan yang sudah terukir abadi. Cintaku bisu... aku tak mampu untuk mengucapkannya hanya dapat kurasakan keindahan dan manisny...

Biarkan Aku

 Aku tak mengerti mengapa aku merindukanmu? Teringat selalu di antara imajinasiku Mencemaskanmu di setiap detak waktu apakah engkau meracuniku? Membuatku terbuai dengan syahdunya perasaan ini Bagai mengikat  diantara siang dan malamku Merajut kenangan di atas perih ini Seakan takut kehilanganmu Ya tuhan kenapa sepi ini membayangiku? Membisikkan di sela-sela udara Melukis cinta di antara tetesan air mata Menghayati kebahagiaan di atas perihku Apakah perasaan ini mengutukku? Mengapa engkau selalu menghantuiku? Andaikan perasaan ini bukan  kesalahan Ya tuhan mengapa engkau membiarkan aku dalam perih ini? Terlena dengan ketenangan sang malam Perasaan samar-samar diantara kesunyian Terdiam menanti pagi Apakah engkau menaburkan embun di hatiku? Biarkan aku mengerti dirimu Mencintaimu dan mendekapmu dengan sayap-sayapku Biarkan aku menjadi bagian dari hidupmu dan mewarnainya dengan cintaku Memilikimu dan menghapus semua kesepianmu